<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Berita Akuntansi Terbaru - Akuntan Indonesia</title>
	<atom:link href="https://www.tpdoc.co.id/category/berita-akuntansi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.tpdoc.co.id/category/berita-akuntansi/</link>
	<description>Accounting &#38; Transfer Pricing Documentation</description>
	<lastBuildDate>Mon, 22 Jun 2020 06:41:41 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.4.8</generator>

<image>
	<url>https://www.tpdoc.co.id/wp-content/uploads/2020/03/cropped-akuntan-indonesia-1@300x-32x32.png</url>
	<title>Berita Akuntansi Terbaru - Akuntan Indonesia</title>
	<link>https://www.tpdoc.co.id/category/berita-akuntansi/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>8 Cara Membuat Pembukuan Sederhana untuk Bisnis Pemula</title>
		<link>https://www.tpdoc.co.id/8-cara-membuat-pembukuan-sederhana-untuk-bisnis-pemula/</link>
					<comments>https://www.tpdoc.co.id/8-cara-membuat-pembukuan-sederhana-untuk-bisnis-pemula/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Jun 2020 06:41:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Akuntansi]]></category>
		<category><![CDATA[akuntansi]]></category>
		<category><![CDATA[artikel]]></category>
		<category><![CDATA[artikel akuntansi]]></category>
		<category><![CDATA[berita akuntansi]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[konsultan]]></category>
		<category><![CDATA[konsultan akuntansi]]></category>
		<category><![CDATA[pembukuan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.tpdoc.co.id/?p=2490</guid>

					<description><![CDATA[<p>Bagi pelaku bisnis pemula, membuat pembukuan sederhana adalah hal yang sangat penting. Sebab, melalukan pembukuan yang benar adalah kunci agar usaha bisa berhasil untuk skala yang besar maupun kecil. Di perusahaan yang sudah besar, pembukuan telah berjalan dengan menggunakan jasa akuntan. Hal ini dikarenakan laporan keuangan tidak hanya berfungsi untuk menghitung untung dan rugi melainkan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://www.tpdoc.co.id/8-cara-membuat-pembukuan-sederhana-untuk-bisnis-pemula/">8 Cara Membuat Pembukuan Sederhana untuk Bisnis Pemula</a> appeared first on <a href="https://www.tpdoc.co.id">Akuntan Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Bagi pelaku bisnis pemula, membuat pembukuan sederhana adalah hal yang sangat penting. Sebab, melalukan pembukuan yang benar adalah kunci agar usaha bisa berhasil untuk skala yang besar maupun kecil.</p>
<p>Di perusahaan yang sudah besar, pembukuan telah berjalan dengan menggunakan jasa akuntan. Hal ini dikarenakan laporan keuangan tidak hanya berfungsi untuk menghitung untung dan rugi melainkan juga menjadi sumber informasi dalam pengambilan kebijakan. Sebab, persaingan bisnis semakin ketat, pengambilan keputusan harus berdasar pada fakta dan data.</p>
<p>Lain halnya dengan pelaku bisnis pemula, pembukuan sederhana bertujuan agar suatu usaha bisa mempunyai arah yang jelas serta dapat berkembang secara optimal.</p>
<p>Untuk itu, penting kiranya bagi pelaku usaha pemula untuk mulai membuat pembukuan sederhana. Bagaimana caranya? Silakan simak ulasannya di bawah ini:</p>
<h3 data-fontsize="34" data-lineheight="51"><strong>Cara dan Langkah-Langkah dalam Pembuatan Pembukuan Sederhana</strong></h3>
<p>Dalam membuat pembukuan, tak bisa lepas dari ilmu akuntansi. Dalam siklus akuntansi, secara sederhana memuat empat aktivitas penting yakni pencatatan, penggolongan, pengikhtisaran, serta pembukuan.</p>
<p>Waktu yang tepat dalam pembuatan pembukuan sederhana adalah ketika Anda mulai di tahap <em>opening</em>. Anda pun perlu mencatat kewajiban, mencatat harta, modal, penghasilan, biaya, dan pendapatan secara kontinyu untuk bisa menyusun neraca serta laporan laba dan rugi.</p>
<p>Supaya lebih jelas, berikut akan dijelaskan mengenai tahap demi tahap untuk membuat pembukuan sederhana. Langsung saja, ini dia ulasannya:</p>
<h3 data-fontsize="27" data-lineheight="40"><strong>1. Buatlah Buku Catatan Pengeluaran</strong></h3>
<p>Saat awal membuka usaha, Anda dapat membuat buku terpisah yang khusus mencatat pengeluaran. Segala jenis pengeluaran dan belanja perlu Anda catat. Mulai dari operasional, bahan baku, sampai gaji karyawan bisa Anda catat secara kontinyu dan jelas.</p>
<p>Catatan pengeluaran akan membuat Anda tahu besarnya modal usaha yang sudah dikeluarkan. Jika Anda sudah tahu, maka mudah kiranya menetapkan target serta merencanakan kapan modal akan kembali.</p>
<p><strong>Baca Juga: <a href="http://www.tpdoc.co.id/teori-agensi-menurut-para-ahli-dalam-praktek-akuntansi/">Teori Agensi Menurut Para Ahli Dalam Praktek Akuntansi</a></strong></p>
<h3 data-fontsize="27" data-lineheight="40"><strong>2. Membuat Buku Catatan Pemasukan</strong></h3>
<p>Setelah mencatat pengeluaran, maka Anda dapat mulai membuat buku kas pemasukan. Nantinya, buku pemasukan ini dapat dipakai untuk mencatat semua transaksi yang ada kaitannya dengan pemasukan perusahaan.</p>
<p>Beberapa contoh pemasukan adalah jumlah penjualan produk per hari atau piutang yang sudah dibayarkan. Catatan ini harus kontinyu dilakukan pada setiap harinya. Sebab, akan memudahkan Anda membuat pembukuan bulanan.</p>
<p>Buku kas pengeluaran dan pemasukan yang dicatat secara tertib akan membuat Anda tahu berapa jumlah keuntungan yang didapatkan sehari.</p>
<h3 data-fontsize="27" data-lineheight="40"><strong>3. Buat lah Buku Kas Utama</strong></h3>
<p>Langkah selanjutnya untuk membuat pembukuan sederhana adalah dengan membuat buku kas utama. Buku ini dibuat dengan menggabungkan transaksi buku kas pemasukan dan pengeluaran. Penggabungan ini bertujuan agar Anda bisa tahu dengan jelas keuntungan atau kerugian dari perusahaan.</p>
<p>Dengan buku kas utama ini, Anda juga dapat menentukan besaran anggaran dari perusahaan terkait uang masuk dan keluar. Estimasi dari arus kas juga penting dalam perencanaan serta strategi perusahaan jika pada hari mendatang ada biaya yang tidak terduga yang harus dikeluarkan.</p>
<p>Semisal, saat ada estimasi kekurangan dari uang kas perusahaan. Maka Anda dapat menaikkan target dengan segera maupun mengurangi biaya pengeluaran. Untuk hasil pencatatan arus kas utama, maka Anda perlu melakukan secara seksama, kontinyu, dan teliti.</p>
<h3 data-fontsize="27" data-lineheight="40"><strong>4. Buku Stok Barang</strong></h3>
<p>Dalam pembukuan sederhana, Anda juga perlu menambahkan buku stok barang. Transaksi yang tercatat tidak hanya yang ada kaitannya dengan uang melainkan juga barang. Catat lah secara kontinyu berapa jumlah barang yang masuk maupun keluar dalam setiap harinya. Tingkat penjualan yang semakin tinggi akan meningkatkan intensitas jumlah barang yang masuk dan keluar.</p>
<p>Buku stok barang akan memudahkan Anda memonitor serta mengawasi persediaan barang dalam perusahaan. Terlebih apabila kedepannya Anda menargetkan mempunyai beberapa cabang di kota yang berbeda.</p>
<p>Buku stok barang akan membantu Anda dalam menyusun manajemen gudang dengan lebih baik serta optimal. Buku stok barang juga akan membantu Anda menghindari kecurangan yang mungkin dilakukan supplier serta pegawai perusahaan.</p>
<p><strong>Baca Juga: <a href="http://www.tpdoc.co.id/psak-22-alokasi-biaya-perolehan-allocation-of-cost-of-acquisition/">PSAK 22 Alokasi Biaya Perolehan (Allocation Of Cost Of Acquisition)</a></strong></p>
<h3 data-fontsize="27" data-lineheight="40"><strong>5. Buku Inventaris Barang</strong></h3>
<p>Buku inventaris barang juga perlu Anda catat dalam pembukuan sederhana. Semua barang perusahaan yang diurus dan sudah dibeli perlu dicatat. Termasuk juga barang yang dibeli melalui anggaran belanja atau hibah dan sumbangan.</p>
<p>Catatan inventaris barang akan memudahkan Anda menjaga aset perusahaan supaya tetap di bawah kendali. Fungsi lain dari buku inventaris barang meliputi:</p>
<ul>
<li>Mempunyai buku tertulis mengenai pengelolaan barang agar bisa dipertanggung jawabkan.</li>
<li>Memudahkan kegiatan mutasi serta penghapusan barang.</li>
<li>Memudahkan untuk mengecek barang.</li>
<li>Mencegah barang tidak mudah hilang.</li>
<li>Memudahkan dalam pengawasan barang.</li>
</ul>
<h3 data-fontsize="27" data-lineheight="40"><strong>6. Buku Laba Rugi</strong></h3>
<p>Tidak boleh luput dari pembukuan sederhana adalah buku laba rugi. Yang mana buku ini dipakai untuk mencatat pendapatan serta beban perusahaan dalam periode waktu tertentu.</p>
<p>Pencatatan membuat Anda lebih tahu apakah perusahaan sedang dalam kondisi mempunyai profit atau justru merugi. Perusahaan dengan skala yang lebih besar memiliki laporan laba rugi yang berfungsi untuk menentukan nilai investasi serta memprediksi jumlah arus kasa pada masa mendatang.</p>
<p>Apabila Anda merupakan pebisnis pemula, maka Anda dapat membuat buku laba rugi yang sederhana supaya mudah dipahami. Sebab, buku yang berantakan akan mempersulit Anda dihari yang akan datang.</p>
<p>Fungsi lain dari buku laba rugi diantaranya:</p>
<ul>
<li>Untuk referensi dalam mengevaluasi strategi serta langkah yang perlu dilakukan perusahaan pada periode yang akan datang.</li>
<li>Mengetahui efektivitas strategi serta langkah yang telah dilakukan.</li>
<li>Memberi informasi jumlah pajak yang perlu dibayarkan perusahaan.</li>
<li>Mengetahui laba serta rugi pada satu periode.</li>
</ul>
<h3 data-fontsize="27" data-lineheight="40"><strong>7. Membuat Laporan Perubahan Ekuitas</strong></h3>
<p>Ekuitas merupakan modal atau kekayaan entitas yang meliputi perusahaan, UKM, atau yang lainnya. Ekuitas didapatkan dari selisih antara jumlah aktiva atau aset yang telah dikurangi dengan kewajiban atau pasiva.</p>
<h3 data-fontsize="27" data-lineheight="40"><strong>8. Membuat Neraca Keuangan</strong></h3>
<p>Bagian penting dari pembukuan sederhana adalah neraca keuangan. Fungsi dari neraca keuangan adalah untuk mengetahui posisi keuangan perusahaan pada periode tertentu. Neraca sangat dibutuhkan untuk mengetahui nilai dari perusahaan sesudah menjalankan ragam aktivitas yang ada kaitannya dengan keuangan.</p>
<p>Neraca mempunyai beberapa unsur yang meliputi harta, kewajiban, serta modal. Harta adalah semua kekayaan yang dimiliki oleh perusahaan yang meliputi harta tetap, harta lancar, dan juga harta tidak berwujud lainnya hak paten, merek dagang, dan lain-lain.</p>
<p>Kewajiban sendiri meliputi utang jangka panjang dan utang lancar. Modal adalah selisih antara harta yang sudah dikurangi dengan utang.</p>
<h3 data-fontsize="34" data-lineheight="51"><strong>Kesimpulan</strong></h3>
<p>Siapkan semua buku dengan kegunaan masing-masing. Sebab, pada dasarnya, dalam satu transaksi, Anda akan melibatkan setidaknya dua buku yakni saat mencatat pengeluaran maka Anda akan membutuhkan buku catatan pengeluaran dan buku pengeluaran.</p>
<p>Pembukuan sederhana dapat dibuat dengan mudah tanpa harus menggunakan istilah rumit dalam akuntansi. Dengan delapan langkah di atas, Anda sudah bisa mengelola keuangan perusahaan dengan baik.</p>
<p>Namun jika Anda adalah seorang pemilik bisnis yang sudah berkembang, tentunya akan lebih banyak proses pencatatan dan kegiatan pembukuan yang memakan waktu jika dilakukan secara manual.</p>
<p>Untuk memudahkan hal ini, Anda bisa menggunakan software akuntansi yang mudah digunakan dan memiliki fitur sesuai kebutuhan bisnis Anda</p>
<p>The post <a href="https://www.tpdoc.co.id/8-cara-membuat-pembukuan-sederhana-untuk-bisnis-pemula/">8 Cara Membuat Pembukuan Sederhana untuk Bisnis Pemula</a> appeared first on <a href="https://www.tpdoc.co.id">Akuntan Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.tpdoc.co.id/8-cara-membuat-pembukuan-sederhana-untuk-bisnis-pemula/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Teori Agensi Menurut Para Ahli Dalam Praktek Akuntansi</title>
		<link>https://www.tpdoc.co.id/teori-agensi-menurut-para-ahli-dalam-praktek-akuntansi/</link>
					<comments>https://www.tpdoc.co.id/teori-agensi-menurut-para-ahli-dalam-praktek-akuntansi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 17 Jun 2020 06:42:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Akuntansi]]></category>
		<category><![CDATA[akuntansi]]></category>
		<category><![CDATA[berita]]></category>
		<category><![CDATA[berita akuntansi]]></category>
		<category><![CDATA[konsultan akuntanasi]]></category>
		<category><![CDATA[konsultasi akuntansi]]></category>
		<category><![CDATA[PSAK]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.tpdoc.co.id/?p=2488</guid>

					<description><![CDATA[<p>Teori Agensi – Agency Theory atau teori agensi merupakan bidang yang popular akhir-akhir ini. Teori ini menyebutkan bahwa perusahaan adalah tempat atau intersection point bagi hubungan kontrak yang terjadi antara manajemen, pemilik, kreditur, dan pemerintah. Teori ini bercerita tentang monitoring berbagai macam biaya dan memaksakan hubungan diantara berbagai kelompok. Teori agensi adalah suatu arah yang baru tentang keagenan. Korporasi adalah tempat [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://www.tpdoc.co.id/teori-agensi-menurut-para-ahli-dalam-praktek-akuntansi/">Teori Agensi Menurut Para Ahli Dalam Praktek Akuntansi</a> appeared first on <a href="https://www.tpdoc.co.id">Akuntan Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Teori Agensi</strong> – <em>Agency Theory</em> atau teori agensi merupakan bidang yang popular akhir-akhir ini. Teori ini menyebutkan bahwa perusahaan adalah tempat atau <em>intersection point</em> bagi hubungan kontrak yang terjadi antara manajemen, pemilik, kreditur, dan pemerintah. Teori ini bercerita tentang monitoring berbagai macam biaya dan memaksakan hubungan diantara berbagai kelompok. Teori agensi adalah suatu arah yang baru tentang keagenan. Korporasi adalah tempat atau titik persimpangan dari banyak hubungan jenis sesuai kontrak yang ada antar manajemen, pemilik, kreditur, dan pemerintah. Teori keagenan yang mulai berkembang mengacu kepada pemenuhan tujuan utama dari manajemen keuangan yaitu memaksimalkan kekayaan kekayaan pemegang saham. Maksimalisasi kekayaan ini dilakukan oleh manajemen yang disebut agen. Ketidakmampuan atau keengganan manajer untuk meningkatkan kekayaan pemegang saham menimbulkan apa yang disebut masalah keagenan.</p>
<p>Salah satu hipotesis dalam teori agensi ini adalah bahwa manajemen akan mencoba memaksimalkan kesejahteraannya sendiri dengan cara meminimalisir berbagai biaya agency. Hipotesis ini tidak sama artinya dengan hipotesis yang menyebutkan bahwa manajemen mencoba memaksimalkan nilai perusahaan (<em>value of the frim</em>). Oleh karena itu, manajemen diasumsikan akan memilih prinsip akuntansi yang sesuai dengan tujuannya memaksimalkan kepentingannya. Pendekatan dalam teori agency ini bisa induktif atau deduktif. Pendekatan teori agency ini bukan bidang keuangan atau ekonomi tetapi psikologi dan sosiologi.</p>
<p><strong>Baca Juga: <a href="http://www.tpdoc.co.id/keterbatasan-laporan-keuangan-akuntansi/">Keterbatasan Laporan Keuangan &#8211; Akuntansi</a></strong></p>
<h3><strong>Teori Agensi Menurut Para Ahli</strong></h3>
<p>Konsep Agency Theory menurut Scott (2015) adalah hubungan atau kontrak antara principal dan agent, dimana principal adalah pihak yang mempekerjakan agent agar melakukan tugas untuk kepentingan principal, sedangkan agent adalah pihak yang menjalankan kepentingan principal.</p>
<p>Menurut Jensen dan Meckling (1976), hubungan keagenan adalah sebagai kontrak, dimana satu atau beberapa orang (principal) mempekerjakan orang lain (agent) untuk melaksanakan sejumlah jasa dan mendelegasikan wewenang untuk mengambil keputusan kepada agen tersebut.</p>
<p>Menurut Eisenhardt (1989) hubungan yang mencerminkan struktur dasar keagenan antara principal dan agent yang terlibat dalam perilaku yang kooperatif, tetapi memiliki perbedaan tujuan dan berbeda sikap terhadap risiko.</p>
<p>Dari definisi di atas dapat disimpulkan bahwa definisi dari teori agensi adalah hubungan antara principal (pemilik/pemegang saham) dan agent (manajer). Dan di dalam hubungan keagenan tersebut terdapat suatu kontrak dimana pihak principal memberi wewenang kepada agent untuk mengelola usahanya dan membuat keputusan yang terbaik bagi principal.</p>
<p>Menurut Eisenhardt (1989) karena yang dianalisis adalah kontrak yang mengatur hubungan antara prinsipal dan agen, fokus dalam teori ini adalah dalam menentukankontrak yang paling efisien, teori keagenan dilandasi oleh tiga asumsi, yaitu:</p>
<ol>
<li><strong>Asumsi tentang sifat manusia</strong><br />
Asumsi tentang manusia menekankan bahwa manusia memiliki sifat untuk mementingkan diri sendiri (self interest), memiliki keterbatasan rasionalitas (bounded rationality) dan tidak menyukai resiko (risk aversion).</li>
<li><strong>Asumsi tentang keorganisasian</strong><br />
Asumsi keorganisasian adalah adanya konflik antar anggota organisasi, efisien sebagai kriteria produktivitas, dan adanya informasi asimetris antara prinsipal dan agen.</li>
<li><strong>Asumsi tentang informasi</strong><br />
Asumsi tentang informasi adalah bahwa informasi dipandang sebagai barang komoditi yang diperjualbelikan.</li>
</ol>
<p><strong>Baca Juga: <a href="http://www.tpdoc.co.id/psak-22-alokasi-biaya-perolehan-allocation-of-cost-of-acquisition/">PSAK 22 Alokasi Biaya Perolehan (Allocation Of Cost Of Acquisition)</a></strong></p>
<h3><strong>Agency Theory Dalam Praktik Akuntansi</strong></h3>
<p>Teori agensi memberikan peranan penting bagi akuntansi terutama dalam menyediakan informasi setelah suatu kejadian yang disebut sebagai peranan pasca keputusan. Peranan ini sering diasosiasikan dengan peran pengurusan (stewardship) akuntansi, dimana seorang agen melapor kepada prinsipal tentang kejadian-kejadian dimasa lalu. Inilah yang memberi akuntansi nilai umpan baliknya selain nilai prediktifnya.</p>
<p>Dimana nilai umpan balik menjelaskan bahwa informasi juga mempunyai peran penting dalam menguatkan atau mengoreksi harapan-harapan sebelumnya. Suatu keputusan jarang sekali dibuat secara terpisah. Informasi mengenai hasil dari suatu keputusan seringkali merupakan masukan kunci dalam pengambilan keputusan berikutnya. Akuntansi idealnya menyediakan jasa yang sama bagi investor, dengan memungkinkan mereka untuk menyesuaikan strategi investasi mereka sepanjang waktu.</p>
<p>Dari model ini dan perluasannya dapat diambil beberapa pengertian. Perluasan ini sebagian besar berhubungan dengan cara kedua belah pihak tersebut berbagi risiko dan informasi. Misalnya, para pemilik yang menghindari risiko diasumsikan menanggung risiko bisnis. Sementara para manajer bertindak sebagai agen-agen yang netral terhadap risiko yang dimaksud. Dengan menggunakan teori keagenan yang sama, jika manajemen bersikap tidak membedakan terhadap risiko sedangkan pemilik menghindari risiko, maka manajemenlah dan bukan pemilik yang akan menanggung risiko tersebut.</p>
<p>Ini merupakan keadaan saling mempengaruhi penghindaran risiko relatif antara manajer dan pemilik perusahaan yang menciptakan sebagian dari masalah-masalah yang paling menarik dalam teori keagenan untuk para akuntan. Informasi yang dimaksud merupakan salah satu cara untuk mengurangi ketidakpastian. Sehingga memberi akuntan peran penting dalam pembagian risiko antara manajer dan pemilik perusahaan.</p>
<p>Asimetri informasi merupakan pembahasan terakhir dalam bidang teori keagenan yang memfokuskan pada masalah-masalah yang ditimbulkan oleh informasi yang tidak lengkap. Yaitu ketika tidak semua keadaan diketahui oleh kedua belah pihak dan sebagai akibatnya. Ketika konsekuensi-konsekuensi tertentu tidak dipertimbangkan oleh masing-masing pihak yang bersangkutan. Misalnya, pihak pemilik perusahaan mungkin tidak mengetahui preferensi manajer perusahaan sehingga tidak sulit bagi keduanya untuk melakukan kepentingan perhitungan yang telah disebutkan sebelumnya.</p>
<p>Satu contoh kasus yang menyangkut informasi yang tidak lengkap dalam teori agensi. Dapat terjadi apabila pihak pemilik perusahaan tidak dapat mengamati semua aksi pihak manajer perusahaan. Aksi-aksi yang dimaksud mungkin berbeda dari aksi yang lebih disukai pihak pemilik perusahaan. Entah karena manajer perusahaan mempunyai perangkat efisiensi yang berbeda atau data pula karena pihak manajer tersebut sengaja mencoba untuk melalaikan tugasnya sebagai manajer perusahaan atau biasa juga melakukan penipuan terhadap pemilik perusahaan.</p>
<p>Situasi ini tentunya dapat menciptakan apa yang dikenal dengan istilah sebagai masalah kekacauan (<em>moral hazard</em>). Salah satu solusi yang mungkin dapat dilakukan yaitu dengan cara pihak pemilik perusahaan menugaskan seorang auditor untuk melakukan pemeriksaan mengenai apa yang dilakukan oleh pihak manajemen perusahaan tersebut. Sedangkan solusi yang lainnya dapat dilakukan dengan cara memberikan pihak manajemen perusahaan suatu insentif. Seperti misalnya, saham yang ada diperusahaan, untuk menyelesaikan preferensi manajemen perusahaan dengan preferensi pihak pemilik perusahaan.</p>
<p>The post <a href="https://www.tpdoc.co.id/teori-agensi-menurut-para-ahli-dalam-praktek-akuntansi/">Teori Agensi Menurut Para Ahli Dalam Praktek Akuntansi</a> appeared first on <a href="https://www.tpdoc.co.id">Akuntan Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.tpdoc.co.id/teori-agensi-menurut-para-ahli-dalam-praktek-akuntansi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Keterbatasan Laporan Keuangan &#8211; Akuntansi</title>
		<link>https://www.tpdoc.co.id/keterbatasan-laporan-keuangan-akuntansi/</link>
					<comments>https://www.tpdoc.co.id/keterbatasan-laporan-keuangan-akuntansi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Jun 2020 06:21:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Akuntansi]]></category>
		<category><![CDATA[akuntansi]]></category>
		<category><![CDATA[konsultan]]></category>
		<category><![CDATA[konsultan akuntansi]]></category>
		<category><![CDATA[laporan keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[transaksi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.tpdoc.co.id/?p=2460</guid>

					<description><![CDATA[<p>Cukup berarti (Materiality) Akuntansi pada dasarnya disusun  di atas landasan teori yang hendak diterapkan dalam usaha untuk mencatat transaksi &#8211; transaksi yang terjadi. Namun dalam prakteknya tidak semua dilaksanakan sesuai dengan teori yang ada. Pada umumnya untuk transaksi &#8211; transaksi yang besar nilainya akan diperlakukan sesuai dengan teori, namun untuk transaksi &#8211; transasksi yang nilainya [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://www.tpdoc.co.id/keterbatasan-laporan-keuangan-akuntansi/">Keterbatasan Laporan Keuangan &#8211; Akuntansi</a> appeared first on <a href="https://www.tpdoc.co.id">Akuntan Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h3><strong>Cukup berarti (<em>Materiality</em>)</strong></h3>
<p>Akuntansi pada dasarnya disusun  di atas landasan teori yang hendak diterapkan dalam usaha untuk mencatat transaksi &#8211; transaksi yang terjadi. Namun dalam prakteknya tidak semua dilaksanakan sesuai dengan teori yang ada. Pada umumnya untuk transaksi &#8211; transaksi yang besar nilainya akan diperlakukan sesuai dengan teori, namun untuk transaksi &#8211; transasksi yang nilainya kecil dan tidak akan mempengaruhi pos &#8211; pos lain bisa diperlakukan menyimpang. Permasalahannya adalah berapa nilai atau jumlah yang dianggap cukup besar atau berapa jumlah yang dianngap kecil itu? Batasan yang dibuat untuk menentukan cukup berarti atau tidak apabila karena adanya dan sifatnya akan berakibat munculnya perbedaan dalam mengambil suatu keputusan dengan mempertimbangkan keadaan lainn yang ada.</p>
<p>Pedoman umum yang dapat dipergunakan apakah material atau tidak antara lain:<br />
1. Aspek <em>kuantitatif </em>yaitu berdasarkan pada jumlah absolut, misalnya jumlah rupiahatau berdasarkan pada nilai relatif misalnya prosentase dari penjualan, dll.<br />
2. Aspek <em>kualitatif </em>yaitu mempertimbangkan karekteristik lingkungan, karateristik perusahaan (misalnya perusahaan yang besar atau kecil/ struktur modal), karakteristik dari kebijakan akuntansi yang dipakainya.</p>
<h3><strong>Konservatif</strong></h3>
<p>Konservatif adalah suatu sikap yang diambil oleh seorang akuntan di dalam menghadapi 2 atau lebih alternatif dalam menyusun laporan keuangan. Jika terdapat lebih dari satu alternatif maka alternatif yang dipih maka sikap konservatif akan cenderung untuk memilih alternatif yang tidak akan menyebabkan aktiva dan pendapatan terlalu besar. Sikap konservatif ini assalnya adalah dari perkembangan akuntansi pada masa lalu. Pada saat itu yang terpenting adalah pada neraca ditujukan untuk kreditur. Dalam usaha untuk menjaga keamanan pinjaman dari kreditur, penekanannya dalam menyusun laporan keuangan adalah pada jumlah aktivanya. Aktiva lebih baik dinyatakan kecil daripada dinyatakan terlalu besar.</p>
<p><strong>Baca Juga: <a href="http://www.tpdoc.co.id/melaporkan-spt-pajak-tahunan-makin-mudah/">Melaporkan SPT Pajak Tahunan Makin Mudah</a></strong></p>
<p>sikap konservatif ini, selain memilih yang lebih rendah juga mengatur bahwa kenaikan nilai dari aktiva dan laba yang diharapkan tidak boleh dilakukan pencatatan sebelum adanya realisasi dalam arti dijual dan untuk penurunan nilai aktiva dan kerugian yang diperkirakan akan terjadi harus dilakukan pencatatan meskipun nilainya belum ditentukan. Contoh metode yang menggunakan sikap konservatif : pemakaian harga pokok atau harga pasar yag lebih rendan <em>(lower of cost or market).</em></p>
<h3><strong>Sifat Khusus Industri</strong></h3>
<p>Industri yang memiliki sifat khusus misalnya perusahaan asuransi, perbankan, dll sering kali membutuhkan prinsip akuntansi yang berbeda dengan industri &#8211; industri pada umumnya. Karena adanya peraturan &#8211; peraturan tentang industri khusus ini maka juga akan menyebabkan prinsip akuntansinya juga berbeda jika dibandingkan dengan perusahaan secara umum.</p>
<p>The post <a href="https://www.tpdoc.co.id/keterbatasan-laporan-keuangan-akuntansi/">Keterbatasan Laporan Keuangan &#8211; Akuntansi</a> appeared first on <a href="https://www.tpdoc.co.id">Akuntan Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.tpdoc.co.id/keterbatasan-laporan-keuangan-akuntansi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>5 Hal Yang Perlu Anda Pahami Sebelum Memilih Software Akuntansi</title>
		<link>https://www.tpdoc.co.id/5-hal-yang-perlu-anda-pahami-sebelum-memilih-software-akuntansi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 26 May 2020 03:49:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Akuntansi]]></category>
		<category><![CDATA[akuntansi]]></category>
		<category><![CDATA[konsultan akuntansi]]></category>
		<category><![CDATA[konsultasi akuntansi]]></category>
		<category><![CDATA[software akuntansi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.tpdoc.co.id/?p=2449</guid>

					<description><![CDATA[<p>Salah satu alasan utama kegagalan dalam menjalankan bisnis adalah tidak adanya sistem pembukuan yang baik dalam perusahaan yang dapat memberikan peringatan bahwa bisnis anda sedang tidak dalam kondisi keuangan yang baik. Untuk dapat memiliki sistem pembukuan yang baik anda bisa saja melakukan proses pembukuan secara manual, menyewa jasa akuntan publik, atau menggunakan software akuntansi. Namun [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://www.tpdoc.co.id/5-hal-yang-perlu-anda-pahami-sebelum-memilih-software-akuntansi/">5 Hal Yang Perlu Anda Pahami Sebelum Memilih Software Akuntansi</a> appeared first on <a href="https://www.tpdoc.co.id">Akuntan Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Salah satu alasan utama kegagalan dalam menjalankan bisnis adalah tidak adanya sistem pembukuan yang baik dalam perusahaan yang dapat memberikan peringatan bahwa bisnis anda sedang tidak dalam kondisi keuangan yang baik. Untuk dapat memiliki sistem pembukuan yang baik anda bisa saja melakukan proses pembukuan secara manual, menyewa jasa akuntan publik, atau menggunakan software akuntansi. Namun jika anda tidak terlalu familiar dengan akuntansi atau tidak memiliki sumber daya yang cukup untuk menyewa jasa akuntan publik, menggunakan software akuntansi adalah pilihan yang rasional untuk anda. Memilih menggunakan software akuntansi juga berarti mengambil keputusan untuk dapat mengontrol keuangan perusahaan anda. Menggunakan software akuntansi adalah cara yang tepat untuk menyederhanakan dan mengotomasikan pekerjaan yang “kurang menyenangkan” ketika menjalankan bisnis anda. Namun sebelum anda memilih untuk menggunakan software akuntansi yang mana, ada baiknya anda mempertimbangkan hal-hal berikut.</p>
<h3><strong>1. Kenali berbagai jenis software akuntansi yang tersedia</strong></h3>
<p>Ada berbagai macam alat perangkat lunak yang tersedia untuk membantu usaha kecil dan menengah dengan kebutuhan akuntansi mereka, tetapi mereka semua pada dasarnya masuk ke dalam salah satu dari empat kategori:</p>
<ul>
<li>Freeware: freeware adalah software gratis yang dapat anda pakai sesuka anda. Namun jika anda menggunakan freeware, anda tidak akan dapat menggunakan semua fitur yang terdapat di dalam software tersebut.</li>
<li>Software Manajemen Bisnis: Ini adalah software yang memiliki banyak keunggulan fitur yang mungkin dibutuhkan oleh perusahaan anda. Namun keunggulan dan kelengkapan fitur tersebut bisa anda dapatkan dengan harga yang cukup tinggi dan belum tentu semua fitur yang ada di dalam software tersebut berguna semua untuk roda bisnis anda.</li>
<li>Software Akuntansi sederhana: Di internet, anda akan banyak menemukan jenis software ini. Jenis software ini adalah software yang dapat anda unduh secara gratis. Software ini biasanya dibuat oleh programer-programer pemula. Namun seperti freeware, software ini hanya menawarkan fitur-fitur dasar dari akuntansi.</li>
<li>Software berbasis cloud: software akuntansi berbasis cloud saat ini banyak dipakai oleh banyak perusahaan. Hal ini dikarenakan software berbasis cloud memiliki banyak keunggulan fitur yang sama seperti software manajemen bisnis. Tidak hanya itu, software ini tidak memerlukan banyak persyaratan perangkat keras untuk memakainya. Sehingga mudah pemasangannya dan penggunaannya. Beberapa penyedia software ini memang tidak menggratiskan produknya, namun harga yang ditawarkan tidak besar seperti software manajemen bisnis.</li>
</ul>
<h3><strong>2. Tentukan Berapa Anggaran Anda</strong></h3>
<p>Faktor kunci dalam menentukan software akuntansi yang tepat untuk bisnis Anda adalah biaya. Masing-masing dari empat jenis software akuntansi memiliki harga yang bervariasi. Jika anda memiliki anggaran yang cukup tinggi dan mengingikan fitur aplikasi yang lengkap, software manajemen bisnis cock untuk anda. Namun jika anggaran anda terbatas namun anda menginginkan fitur software yang dapat menunjang roda bisnis anda, software akuntansi berbasis cloud bisa menjadi solusi untuk anda.</p>
<h3><strong>3. Pahami Kebutuhan Bisnis Anda</strong></h3>
<p>Bagaimana anda menggunakan software tersebut? Apakah Anda menggunakannya hanya untuk membuat laporan tingkat tinggi dan melacak pengeluaran Anda dan pendapatan? Atau anda menjalankan roda bisnis yang kompleks dengan berbagai macam produk dan pertimbangan persediaan barang?</p>
<p>Berikut adalah beberapa fitur khas dan fungsi yang aplikasi akuntansi meliputi:</p>
<p>• Pelacakan penjualan<br />
• Manajemen persediaan barang<br />
• Manajemen kontak pelanggan atau integrasi dengan CRM<br />
• Pelaporan pajak Bisnis<br />
• Manajemen penggajian<br />
• Penganggaran belanja</p>
<p>Pastikan Anda benar-benar memahami kebutuhan bisnis Anda dan mengetahui bagaimana software akuntansi dapat mendukung kebutuhan tersebut. Bicarakan dengan akuntan anda untuk menentukan kebutuhan anda menggunakan software akuntansi.</p>
<p><strong>Baca Juga: <a href="http://www.tpdoc.co.id/prosedur-yang-di-sepakati-atas-laporan-keuangan/">Prosedur Yang di Sepakati Atas Laporan Keuangan</a></strong></p>
<h3><strong>4. Kompatibilitas software</strong></h3>
<p>Sebelum anda membeli software akuntansi untuk usaha anda, yang anda perlu lakukan adalah memeriksa apakah software tersebut kompatibel dengan perangkat yang anda gunakan. Saat ini banyak software akuntansi yang beredar di pasar dan tiap produknya memiliki spesifikasi pemasangan yang berbeda satu sama lain. Jika perangkat yang anda gunakan adalah perangkat yang high end dengan spesifikasi terbaik, maka software akuntansi berbasis desktop bisa menjadi pilihan anda. Namun jika perangkat yang anda gunakan hanya memiliki spesifikasi sederhana, sebaiknya anda menggunakan software akuntansi berbasis cloud yang ringan.</p>
<h3><strong>5. Layanan Bantuan</strong></h3>
<p>Hampir semua pengguna software akuntansi membutuhkan sedikit pelatihan untuk memahami penggunaan software yang ia gunakan. Ketersediaan layanan bantuan seperti training dan troubleshooting support dari tim pembuat software akuntansi perlu anda pertimbangkan. Karena layanan ini akan membantu anda dalam menggunakan software tersebut.</p>
<p>The post <a href="https://www.tpdoc.co.id/5-hal-yang-perlu-anda-pahami-sebelum-memilih-software-akuntansi/">5 Hal Yang Perlu Anda Pahami Sebelum Memilih Software Akuntansi</a> appeared first on <a href="https://www.tpdoc.co.id">Akuntan Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Prosedur Yang di Sepakati Atas Laporan Keuangan</title>
		<link>https://www.tpdoc.co.id/prosedur-yang-di-sepakati-atas-laporan-keuangan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 19 May 2020 22:51:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Akuntansi]]></category>
		<category><![CDATA[akuntansi]]></category>
		<category><![CDATA[konsultan akuntansi]]></category>
		<category><![CDATA[konsultasi akuntansi]]></category>
		<category><![CDATA[laporan keuangan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.tpdoc.co.id/?p=2439</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kantor Jasa Akuntan (KJA) sering kali diminta untuk melakukan suatu perikatan dengan prosedur yang disepakati, misalnya, apabila klien meminta dilakukan suatu pemeriksaan dengan prosedur tertentu atas suatu unsur, akun, atau item tertentu dengan harapan mendapatkan temuan tertentu yang berguna untuk tujuan khusus pemakai laporan tertentu.Perikatan dengan prosedur yang disepakati pada dasarnya adalah melaksanakan prosedur yang [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://www.tpdoc.co.id/prosedur-yang-di-sepakati-atas-laporan-keuangan/">Prosedur Yang di Sepakati Atas Laporan Keuangan</a> appeared first on <a href="https://www.tpdoc.co.id">Akuntan Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Kantor Jasa Akuntan (KJA) sering kali diminta untuk melakukan suatu perikatan dengan prosedur yang disepakati, misalnya, apabila klien meminta dilakukan suatu pemeriksaan dengan prosedur tertentu atas suatu unsur, akun, atau item tertentu dengan harapan mendapatkan temuan tertentu yang berguna untuk tujuan khusus pemakai laporan tertentu.Perikatan dengan prosedur yang disepakati pada dasarnya adalah melaksanakan prosedur yang telah disepakati antara Kantor Jasa Akuntan dan entitas pemberi kerja, serta pihak lain yang berpartisipasi.</p>
<p>Selanjutnya disebut “pihak yang bersepakat” dan melaporkan temuan (finding) dari pelaksanan prosedur tersebut. Oleh karena itu perikatan ini sering disebut pula sebagai factual finding. Walaupun perikatan ini nampak lebih sederhana dibandingkan dengan perikatan audit ataupun review namun dalam pelaksanaannya masih sering dijumpai adanya salah pengertian. Hal tersebut meliputi tanggung jawab atas prosedur yang disepakati, konsep materialitas, bantuan spesialis, laporan akuntan,management letter, dan Perikatan Dengan Prosedur Yang Disepakati pada standar internasional.Jasa yang di sediakan oleh KJA Ashadi dan Rekan adalah jasa atas permintaan klien untuk kasus tertentu, dimana klien membutuhkan informasi lebih lanjut atas situasi tertentu. Pada jasa ini untuk mencapai tujuan klien maka KJA Ashadi dan Rekan dengan klien akan menyepakati prosedur tertentu guna mencapai tujuan yang hendak dicapai oleh klien.</p>
<p><strong>Baca Juga: <a href="http://www.tpdoc.co.id/macam-macam-psak-beserta-pengertiannya/">Macam-Macam PSAK beserta Pengertiannya</a></strong></p>
<p>The post <a href="https://www.tpdoc.co.id/prosedur-yang-di-sepakati-atas-laporan-keuangan/">Prosedur Yang di Sepakati Atas Laporan Keuangan</a> appeared first on <a href="https://www.tpdoc.co.id">Akuntan Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Standar Akuntansi Baru PSAK 73 Berlaku 2020, Ini Perbedaannya!</title>
		<link>https://www.tpdoc.co.id/standar-akuntansi-baru-psak-73-berlaku-2020-ini-perbedaannya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 18 May 2020 04:47:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Akuntansi]]></category>
		<category><![CDATA[akuntansi]]></category>
		<category><![CDATA[konsultan akuntansi]]></category>
		<category><![CDATA[konsultasi akuntansi]]></category>
		<category><![CDATA[PSAK]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.tpdoc.co.id/?p=2436</guid>

					<description><![CDATA[<p>Dewan Standar Akuntansi Keuangan (DSAK) telah merilis tiga Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) baru. Ini merupakan bagian dari usaha otoritas untuk mengadopsi sistem dari International Financial Reporting Standards (IFRS) yang dikeluarkan oleh otoritas akuntan internasional, International Accounting Standard Board (IASB). Sejatinya peraturan tersebut sudah diterbitkan sejak tahun 2017. Namun, implementasinya sendiri baru akan diwajibkan pada [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://www.tpdoc.co.id/standar-akuntansi-baru-psak-73-berlaku-2020-ini-perbedaannya/">Standar Akuntansi Baru PSAK 73 Berlaku 2020, Ini Perbedaannya!</a> appeared first on <a href="https://www.tpdoc.co.id">Akuntan Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Dewan Standar Akuntansi Keuangan (DSAK) telah merilis tiga Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) baru. Ini merupakan bagian dari usaha otoritas untuk mengadopsi sistem dari International Financial Reporting Standards (IFRS) yang dikeluarkan oleh otoritas akuntan internasional, International Accounting Standard Board (IASB). Sejatinya peraturan tersebut sudah diterbitkan sejak tahun 2017. Namun, implementasinya sendiri baru akan diwajibkan pada tahun 2020 nanti.</p>
<p>Instrumen PSAK 73 mengatur mengenai sewa. Berikut adalah detail perubahan yang harus diadopsi berdasarkan masing-masing PSAK tersebut.</p>
<h3><strong>PSAK 73</strong></h3>
<p>PSAK 73 yang merupakan adopsi dari IFRS 16 mengatur tentang sewa. PSAK ini akan menggantikan beberapa standar; diantaranya PSAK 30 tentang Sewa, ISAK 23 tentang Sewa Operasi, dan ISAK 25 tentang Hak atas Tanah.</p>
<p>Standar baru ini akan mengubah secara substansial pembukuan transaksi sewa dari sisi penyewa (<em>lessee</em>). Ringkasnya, berdasarkan PSAK 73, korporasi penyewa mesti membukukan hampir semua transaksi sewanya sebagai sewa finansial (<em>financial lease</em>). Pembukuan sewa operasi (<em>operating lease</em>) hanya boleh dilakukan atas transaksi sewa yang memenuhi dua syarat:  berjangka pendek (di bawah 12 bulan) dan bernilai rendah. Yang masuk kategori ini misalnya sewa ponsel, laptop, dan sejenisnya.</p>
<p>Konsekuensi sewa finansial cukup panjang. Yang paling mendasar, kini, perusahaan harus mencatatkan aset (sewa) dan kewajiban (sewa) di dalam neraca. “Jadi, transaksi sewa yang tadinya bisa <em>off balance sheet</em> sekarang menjadi <em>on</em> <em>balance sheet</em>,” terang Djohan. Harap dicatat, pencatatan ini bisa mempengaruhi rasio utang, rasio pengembalian aset, dan masih banyak lagi.</p>
<p><strong>Baca Juga: <a href="http://www.tpdoc.co.id/standar-akuntansi-baru-psak-72-berlaku-2020-ini-perbedaannya/">Standar Akuntansi Baru PSAK 72 Berlaku 2020, Ini Perbedaannya!</a></strong></p>
<p>Rosita memprediksi, PSAK 73 juga berdampak luas karena hampir semua perusahaan memiliki transaksi sewa dan mayoritas masih mencatatkan sebagai sewa operasi. Ia juga menilai​, penerapan PSAK 73 dalam laporan keuangan akan merefleksikan kondisi yang sebenarnya suatu perusahaan. Dengan demikian, standar ini akan menghasilkan informasi keuangan yang tepat sehingga meningkatkan kualitas keputusan manajemen. “Misalnya, kita punya perusahaan penerbangan dan selama ini pesawat kita tidak pernah ada di neraca keuangan. Seolah-olah, rasio utang terhadap ekuitas masih kecil, tapi sebenarnya kita membohongi diri sendiri. Sebab, kita punya komitmen (kewajiban) untuk bayar sewa jangka panjang, hingga 10 tahun, yang tidak dicatatkan,” papar Rosita.</p>
<p>The post <a href="https://www.tpdoc.co.id/standar-akuntansi-baru-psak-73-berlaku-2020-ini-perbedaannya/">Standar Akuntansi Baru PSAK 73 Berlaku 2020, Ini Perbedaannya!</a> appeared first on <a href="https://www.tpdoc.co.id">Akuntan Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Standar Akuntansi Baru PSAK 72 Berlaku 2020, Ini Perbedaannya!</title>
		<link>https://www.tpdoc.co.id/standar-akuntansi-baru-psak-72-berlaku-2020-ini-perbedaannya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 14 May 2020 05:38:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Akuntansi]]></category>
		<category><![CDATA[akuntansi]]></category>
		<category><![CDATA[konsultan akuntansi]]></category>
		<category><![CDATA[konsultasi akuntansi]]></category>
		<category><![CDATA[PSAK]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.tpdoc.co.id/?p=2433</guid>

					<description><![CDATA[<p>Dewan Standar Akuntansi Keuangan (DSAK) telah merilis tiga Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) baru. Ini merupakan bagian dari usaha otoritas untuk mengadopsi sistem dari International Financial Reporting Standards (IFRS) yang dikeluarkan oleh otoritas akuntan internasional, International Accounting Standard Board (IASB). Sejatinya peraturan tersebut sudah diterbitkan sejak tahun 2017. Namun, implementasinya sendiri baru akan diwajibkan pada [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://www.tpdoc.co.id/standar-akuntansi-baru-psak-72-berlaku-2020-ini-perbedaannya/">Standar Akuntansi Baru PSAK 72 Berlaku 2020, Ini Perbedaannya!</a> appeared first on <a href="https://www.tpdoc.co.id">Akuntan Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #313132;">Dewan Standar Akuntansi Keuangan (DSAK) telah merilis tiga Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) baru. Ini merupakan bagian dari usaha otoritas untuk mengadopsi sistem dari International Financial Reporting Standards (IFRS) yang dikeluarkan oleh otoritas akuntan internasional, International Accounting Standard Board (IASB). </span><span style="color: #313132;">Sejatinya peraturan tersebut sudah diterbitkan sejak tahun 2017. Namun, implementasinya sendiri baru akan diwajibkan pada tahun 2020 nanti.</span></p>
<p><span style="color: #313132;">Instrumen PSAK 72 mengatur mengenai pendapatan dari kontrak dengan pelanggan. </span><span style="color: #313132;">Berikut adalah detail perubahan yang harus diadopsi berdasarkan masing-masing PSAK tersebut. </span></p>
<p><strong><span style="color: #313132;">PSAK 72</span></strong></p>
<p><span style="color: #313132;">PSAK 72 tentang Pengakuan Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan merupakan adopsi IFRS 15 yang telah berlaku di Eropa sejak Januari 2018. PSAK 72 merupakan PSAK sapu jagat karena mengganti banyak standar sebelumnya. Beberapa standar yang dicabut dengan terbitnya PSAK 72 adalah PSAK 34 tentang Kontrak Konstruksi, PSAK 32 tentang Pendapatan, ISAK 10 tentang Program Loyalitas Pelanggan, ISAK 21 tentang Perjanjian Konstruksi Real Estate, serta ISAK 27 tentang Pengalihan Aset dari Pelanggan. </span></p>
<p><span style="color: #313132;">Esensinya, PSAK 72 mengubah cara pengakuan pendapatan kontrak yang tadinya rigid (<em>rule based</em>) menjadi berbasis prinsip (<em>principle based</em>). Pengakuan pendapatan kontrak, misalnya, sekarang tidak berdasarkan besaran uang muka yang sudah diterima. </span></p>
<p><span style="color: #313132;">Berdasarkan standar baru ini, pengakuan pendapatan bisa dilakukan secara bertahap sepanjang umur kontrak (<em>over the time</em>) atau pada titik tertentu (<em>at a point of time</em>). Namun, pengakuan pendapatan bertahap tidak bisa diterapkan kepada sembarang kontrak. Ada syarat-syarat terkait konsumsi manfaat oleh pelanggan, peningkatan nilai aset di sisi pelanggan, serta kesepakatan tahap pembayaran kontrak.  Jika suatu kontrak tidak memenuhi syarat-syarat tersebut, pendapatan kontrak itu baru bisa diakui saat terjadi penyerahan aset (<em>at a point of time</em>).</span></p>
<p><strong>Baca Juga: <a href="http://www.tpdoc.co.id/standar-akuntansi-baru-psak-71-berlaku-2020-ini-perbedaannya/">Standar Akuntansi Baru PSAK 71 Berlaku 2020, Inilah Perbedaannya</a></strong></p>
<p><span style="color: #313132;">“Secara teknis tidak rumit, tapi volume pekerjaannya sangat besar karena kita harus mempelajari ribuan kontrak yang kita miliki,” ujar Harry M. Zen, <em>Chief Financial Officer </em>PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) saat memaparkan pengalaman implementasi IFRS 15 di Telkom. Asal tahu saja, Telkom telah menerapkan IFRS 9 (PSAK 71) dan IFRS 15 (PSAK 72) sejak 2018 karena tercatat di New York Stock Exchange (NYSE). </span></p>
<p><span style="color: #313132;">PSAK 72 bisa berdampak besar bagi perusahan properti, kontraktor, maskapai penerbangan, ritel, dan masih banyak lagi. “Bahkan, kampir semua perusahaan terpengaruh karena mereka pasti memiliki kontrak dengan pelanggan, “ imbuh Rosita. </span></p>
<p>The post <a href="https://www.tpdoc.co.id/standar-akuntansi-baru-psak-72-berlaku-2020-ini-perbedaannya/">Standar Akuntansi Baru PSAK 72 Berlaku 2020, Ini Perbedaannya!</a> appeared first on <a href="https://www.tpdoc.co.id">Akuntan Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Standar Akuntansi Baru PSAK 71 Berlaku 2020, Ini Perbedaannya!</title>
		<link>https://www.tpdoc.co.id/standar-akuntansi-baru-psak-71-berlaku-2020-ini-perbedaannya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 12 May 2020 03:56:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Akuntansi]]></category>
		<category><![CDATA[akuntansi]]></category>
		<category><![CDATA[akuntansi pajak]]></category>
		<category><![CDATA[konsultasi akuntansi]]></category>
		<category><![CDATA[PSAK]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.tpdoc.co.id/?p=2420</guid>

					<description><![CDATA[<p>Dewan Standar Akuntansi Keuangan (DSAK) telah merilis tiga Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) baru. Ini merupakan bagian dari usaha otoritas untuk mengadopsi sistem dari International Financial Reporting Standards (IFRS) yang dikeluarkan oleh otoritas akuntan internasional, International Accounting Standard Board (IASB). Sejatinya peraturan tersebut sudah diterbitkan sejak tahun 2017. Namun, implementasinya sendiri baru akan diwajibkan pada [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://www.tpdoc.co.id/standar-akuntansi-baru-psak-71-berlaku-2020-ini-perbedaannya/">Standar Akuntansi Baru PSAK 71 Berlaku 2020, Ini Perbedaannya!</a> appeared first on <a href="https://www.tpdoc.co.id">Akuntan Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Dewan Standar Akuntansi Keuangan (DSAK) telah merilis tiga Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) baru. Ini merupakan bagian dari usaha otoritas untuk mengadopsi sistem dari International Financial Reporting Standards (IFRS) yang dikeluarkan oleh otoritas akuntan internasional, International Accounting Standard Board (IASB). Sejatinya peraturan tersebut sudah diterbitkan sejak tahun 2017. Namun, implementasinya sendiri baru akan diwajibkan pada tahun 2020 nanti.</p>
<p>Instrumen  PSAK 71 mengatur mengenai instrumen keuangan, Berikut adalah detail perubahan yang harus diadopsi berdasarkan masing-masing PSAK tersebut.</p>
<h3><strong>PSAK 71</strong></h3>
<p>Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 71 memberi panduan tentang pengakuan dan pengukuran instrumen keuangan. Standar yang mengacu kepada International Financial Reporting Standard (IFRS) 9 ini akan menggantikan PSAK 55 yang sebelumnya berlaku.</p>
<p>Selain soal klasifikasi aset keuangan, salah satu poin penting PSAK 71 adalah soal pencadangan atas penurunan nilai aset keuangan yang berupa piutang, pinjaman, atau kredit. Standar baru ini mengubah secara mendasar metode penghitungan dan penyediaan cadangan untuk kerugian akibat pinjaman yang tak tertagih. Jika berdasarkan PSAK 55, kewajiban pencadangan baru muncul setelah terjadi peristiwa yang mengakibatkan risiko gagal bayar (<em>incurred loss</em>), PSAK 71 memandatkan korporasi menyediakan pencadangan sejak awal periode kredit. Kini, dasar pencadangan adalah ekspektasi kerugian kredit (<em>expected credit loss</em>) di masa mendatang berdasarkan berbagai faktor; termasuk di dalamnya proyeksi ekonomi di masa mendatang.</p>
<p>Berdasarkan standar akuntansi baru ini, artinya, korporasi harus menyediakan cadangan kerugian atas penurunan nilai kredit (CKPN) untuk semua kategori kredit atau pinjaman, baik itu yang berstatus lancar (<em>performing</em>), ragu-ragu (<em>underperforming</em>), maupun macet (<em>non-performing</em>).  Untuk kredit lancar, misalnya, korporasi harus menyediakan CKPN berdasarkan ekspetasi kerugian kredit dalam 12 bulan mendatang.</p>
<p><strong>Baca Juga: <a href="http://www.tpdoc.co.id/macam-macam-psak-beserta-pengertiannya/">Macam-Macam PSAK beserta Pengertiannya</a></strong></p>
<p>Imbasnya, korporasi mesti menyediakan nilai pencadangan atas kredit atau piutang tak tertagih lebih besar dibandingkan sebelumnya. “Berdasarkan survei internasional, peningkatan pencadangan korporasi bisa mencapai 25% hingga 35%. Tentu, angka riil sangat tergantung negara, industri, dan kondisi masing-masing perusahaan,” ujar Rosita Uli Sinaga, Senior Partner Deloitte Indonesia.  Bagi industri perbankan, kewajiban untuk mengikuti cara pencadangan anyar ini bisa berujung pada penurunan rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR).</p>
<p>Asal tahu saja, revisi standar pelaporan ini muncul sebagai respons terhadap kegagalan korporasi, utamanya di sektor finansial, mengantisipasi tsunami gagal bayar kredit akibat perubahan kondisi ekonomi yang mendadak pada tahun 2008. “Di masa lalu, pencadangan kredit dianggap terlambat (<em>too late</em>) dan terlalu kecil (<em>to little</em>),” ujar Djohan Pinnarwan, Ketua Dewan Standar Akutansi (DSAK) Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) dalam Seminar Implementasi PSAK 71, 72, 73 yang digagas Kompas dan Kontan, Kamis, 9 Mei 2019 di Hotel JS Luwansa, Jakarta. Akibatnya, imbuh Djohan, tidak ada sinyal dari pasar bahwa tagihan itu tidak tertagih dari awal.​</p>
<p>The post <a href="https://www.tpdoc.co.id/standar-akuntansi-baru-psak-71-berlaku-2020-ini-perbedaannya/">Standar Akuntansi Baru PSAK 71 Berlaku 2020, Ini Perbedaannya!</a> appeared first on <a href="https://www.tpdoc.co.id">Akuntan Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Macam-Macam PSAK beserta Pengertiannya</title>
		<link>https://www.tpdoc.co.id/macam-macam-psak-beserta-pengertiannya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 27 Apr 2020 03:58:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Akuntansi]]></category>
		<category><![CDATA[akuntansi]]></category>
		<category><![CDATA[konsultan akuntansi]]></category>
		<category><![CDATA[konsultasi akuntansi]]></category>
		<category><![CDATA[PSAK]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.tpdoc.co.id/?p=2404</guid>

					<description><![CDATA[<p>Baca Juga: Apa itu PSAK?</p>
<p>The post <a href="https://www.tpdoc.co.id/macam-macam-psak-beserta-pengertiannya/">Macam-Macam PSAK beserta Pengertiannya</a> appeared first on <a href="https://www.tpdoc.co.id">Akuntan Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_2405" style="width: 1034px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2405" class="wp-image-2405 size-large" src="http://www.tpdoc.co.id/wp-content/uploads/2020/04/Macam-Macam-PSAK-1-1024x1024.jpeg" alt="Macam-Macam PSAK beserta Pengertiannya 1" width="1024" height="1024" srcset="http://www.tpdoc.co.id/wp-content/uploads/2020/04/Macam-Macam-PSAK-1-1024x1024.jpeg 1024w, http://www.tpdoc.co.id/wp-content/uploads/2020/04/Macam-Macam-PSAK-1-980x980.jpeg 980w, http://www.tpdoc.co.id/wp-content/uploads/2020/04/Macam-Macam-PSAK-1-480x480.jpeg 480w" sizes="(min-width: 0px) and (max-width: 480px) 480px, (min-width: 481px) and (max-width: 980px) 980px, (min-width: 981px) 1024px, 100vw" /><p id="caption-attachment-2405" class="wp-caption-text">Macam-Macam PSAK beserta Pengertiannya 1</p></div>
<div id="attachment_2406" style="width: 1034px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2406" class="wp-image-2406 size-large" src="http://www.tpdoc.co.id/wp-content/uploads/2020/04/Macam-Macam-PSAK-2-1024x1024.jpeg" alt="Macam-Macam PSAK beserta Pengertiannya 2" width="1024" height="1024" srcset="http://www.tpdoc.co.id/wp-content/uploads/2020/04/Macam-Macam-PSAK-2-1024x1024.jpeg 1024w, http://www.tpdoc.co.id/wp-content/uploads/2020/04/Macam-Macam-PSAK-2-980x980.jpeg 980w, http://www.tpdoc.co.id/wp-content/uploads/2020/04/Macam-Macam-PSAK-2-480x480.jpeg 480w" sizes="(min-width: 0px) and (max-width: 480px) 480px, (min-width: 481px) and (max-width: 980px) 980px, (min-width: 981px) 1024px, 100vw" /><p id="caption-attachment-2406" class="wp-caption-text">Macam-Macam PSAK beserta Pengertiannya 2</p></div>
<p>Baca Juga: <a href="http://www.tpdoc.co.id/apa-itu-psak/">Apa itu PSAK?</a></p>
<div id="attachment_2407" style="width: 1034px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2407" class="wp-image-2407 size-large" src="http://www.tpdoc.co.id/wp-content/uploads/2020/04/Macam-Macam-PSAK-3-1024x1024.jpeg" alt="Macam-Macam PSAK beserta Pengertiannya 3" width="1024" height="1024" srcset="http://www.tpdoc.co.id/wp-content/uploads/2020/04/Macam-Macam-PSAK-3-1024x1024.jpeg 1024w, http://www.tpdoc.co.id/wp-content/uploads/2020/04/Macam-Macam-PSAK-3-980x980.jpeg 980w, http://www.tpdoc.co.id/wp-content/uploads/2020/04/Macam-Macam-PSAK-3-480x480.jpeg 480w" sizes="(min-width: 0px) and (max-width: 480px) 480px, (min-width: 481px) and (max-width: 980px) 980px, (min-width: 981px) 1024px, 100vw" /><p id="caption-attachment-2407" class="wp-caption-text">Macam-Macam PSAK beserta Pengertiannya 3</p></div>
<div id="attachment_2408" style="width: 1034px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2408" class="wp-image-2408 size-large" src="http://www.tpdoc.co.id/wp-content/uploads/2020/04/Macam-Macam-PSAK-4-1024x1024.jpeg" alt="Macam-Macam PSAK beserta Pengertiannya 4" width="1024" height="1024" srcset="http://www.tpdoc.co.id/wp-content/uploads/2020/04/Macam-Macam-PSAK-4-1024x1024.jpeg 1024w, http://www.tpdoc.co.id/wp-content/uploads/2020/04/Macam-Macam-PSAK-4-980x980.jpeg 980w, http://www.tpdoc.co.id/wp-content/uploads/2020/04/Macam-Macam-PSAK-4-480x480.jpeg 480w" sizes="(min-width: 0px) and (max-width: 480px) 480px, (min-width: 481px) and (max-width: 980px) 980px, (min-width: 981px) 1024px, 100vw" /><p id="caption-attachment-2408" class="wp-caption-text">Macam-Macam PSAK beserta Pengertiannya 4</p></div>
<p>The post <a href="https://www.tpdoc.co.id/macam-macam-psak-beserta-pengertiannya/">Macam-Macam PSAK beserta Pengertiannya</a> appeared first on <a href="https://www.tpdoc.co.id">Akuntan Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Apa itu PSAK?</title>
		<link>https://www.tpdoc.co.id/apa-itu-psak/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 15 Apr 2020 06:08:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Akuntansi]]></category>
		<category><![CDATA[akuntansi]]></category>
		<category><![CDATA[konsultan akuntansi]]></category>
		<category><![CDATA[konsultasi akuntansi]]></category>
		<category><![CDATA[PSAK]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.tpdoc.co.id/?p=2396</guid>

					<description><![CDATA[<p>Baca Juga: Sifat Dan Prinsip Akuntansi Perpajakan</p>
<p>The post <a href="https://www.tpdoc.co.id/apa-itu-psak/">Apa itu PSAK?</a> appeared first on <a href="https://www.tpdoc.co.id">Akuntan Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_2397" style="width: 1034px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2397" class="wp-image-2397 size-large" src="http://www.tpdoc.co.id/wp-content/uploads/2020/04/PSAK-1-1024x1024.jpg" alt="Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan" width="1024" height="1024" srcset="http://www.tpdoc.co.id/wp-content/uploads/2020/04/PSAK-1-1024x1024.jpg 1024w, http://www.tpdoc.co.id/wp-content/uploads/2020/04/PSAK-1-980x980.jpg 980w, http://www.tpdoc.co.id/wp-content/uploads/2020/04/PSAK-1-480x480.jpg 480w" sizes="(min-width: 0px) and (max-width: 480px) 480px, (min-width: 481px) and (max-width: 980px) 980px, (min-width: 981px) 1024px, 100vw" /><p id="caption-attachment-2397" class="wp-caption-text">Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan</p></div>
<p><strong>Baca Juga: <a href="http://www.tpdoc.co.id/sifat-dan-prinsip-akuntansi-perpajakan/">Sifat Dan Prinsip Akuntansi Perpajakan</a></strong></p>
<div id="attachment_2398" style="width: 1034px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2398" class="wp-image-2398 size-large" src="http://www.tpdoc.co.id/wp-content/uploads/2020/04/PSAK-2-1024x1024.jpg" alt="Pengertian PSAK" width="1024" height="1024" srcset="http://www.tpdoc.co.id/wp-content/uploads/2020/04/PSAK-2-1024x1024.jpg 1024w, http://www.tpdoc.co.id/wp-content/uploads/2020/04/PSAK-2-980x980.jpg 980w, http://www.tpdoc.co.id/wp-content/uploads/2020/04/PSAK-2-480x480.jpg 480w" sizes="(min-width: 0px) and (max-width: 480px) 480px, (min-width: 481px) and (max-width: 980px) 980px, (min-width: 981px) 1024px, 100vw" /><p id="caption-attachment-2398" class="wp-caption-text">Pengertian PSAK</p></div>
<p>The post <a href="https://www.tpdoc.co.id/apa-itu-psak/">Apa itu PSAK?</a> appeared first on <a href="https://www.tpdoc.co.id">Akuntan Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
